Sikap yang harus diMiliki seorang Wirausaha agar Sukses

Sikap-yang-harus-di-miliki-bagi-calon-pengusaha-wirausaha.

Assalamualaikum..
Hal hal yang harus dimiliki bagi seorang pengusaha atau wirausaha agar Tetap Sukses.
Didalam dunia usaha seharusnya ada tips tertentu agar usaha kita tetap bertahan, dan maju. Kebanyakan pengusaha sukses, pasti mengetahui celah kelemahan usahanya hingga mereka dapat menyikapi dengan baik, dan usahanya pun akan tetap sukses.

Namun, untuk bisa bisa mengetahui kelemahan sebuah usaha, tentunya tidak semudah mengedipkan mata. Kebanyakan dari mereka yang sudah mengetahui kelemahan usahanya, tentu tidak lepas dari pengalaman.

Pengalaman itu pun bisa kita dapatkan dari berbagai arah, semisal dari konsumen, pesaing, dan bahkan ada juga yang dari proses memutarkan dana yana salah, mereka mendapatkan pengalaman untuk dijadikan guru.

Sudah banyak bukti pengusaha yang sekarang sedang merasakan kesuksesan usahanya, berawal dari kegagalan yang dijadikan sebuah kesuksesan.

Begitupun juga bagi wirausaha, tentu harus mempunyai sikap terbaik untuk pelanggan atau konsumennya hingga merasakan kepuasan. Dari sikap yang membuat pelanggan merasa puas, itulah ciri bahwa usaha kita akan maju.

Jadi, berikut ada beberapa sikap yang memang harus dimiliki kita sebagai wirausaha, seperti contoh ;

  1. Beri Pelayanan yang terbaik.
  2. Fokus pada pekerjaan.
  3. Cintai pekerjaan.
  4. Disiplin dalam bekerja.

Sesuai dengan urutan di atas, maka kami akan membahas terlebih dahulu kaitan dengan.

“Beri pelayanan yang terbaik” untuk lebih Jelasnya tentang cara Memberikan pelayanan yang terbaik, silahkan baca disini ( Rahasia Menjadi Pengusaha Sukses ).

Para pebisnis atau pengusaha wajib memberikan kepuasan pada pelanggan. Setiap pelanggan adalah aset terbesar perusahaan dalam mewujudkan visi perusahaan, serta menentukan masa depan suatu bisnis.
Jika pebisnis kehilangan pelanggan atau costumer-nya, maka ia hanya menunggu waktu bisnisnya ditutup.
Jangan abaikan istilah “Pembeli adalah Raja”.
Istilah ini memberi masukan kepada para pelaku usaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen.

Sekarang membahas tentang sikap selanjutnya yang harus dimiliki para wirausaha atau pengusaha.
Pada bagian ini, tentu akan memperjelaskan tentang ;

2. “Fokus Pada Pekerjaan”.

Fokus adalah alat mental mengagumkan yang sangat kuat, yang akan mengarahkan perjalanan perubahan kita menuju kesuksesan yang besar.
Fokus adalah kecerdasan yang jika diarahkan akan menjadi laser. Selain itu, fokus juga menentukan tindakan dan arah bagi semua indra kita. Serta, menjadi pemicu tindakan dari tubuh kita dan kekuatannya.
Tanpa fokus, pekerjaan yang sesungguhnya merupakan hal yang utama dan terpenting, malah menjadi dikerjakan setengah hati, setengah pikiran, dan setengah daya, yang pada akhirnya kita akan menuai stagnasi sehingga menuju kegagalan.
Inilah Bahayanya jika kita tidak fokus bekerja. Terlalu banyak keinginan instan yang membuat kita malah mengerjakan berbagai pekerjaan hingga meninggalkan yang utama.
Disitulah awal kehancuran karier dan bisnis kita. Belajarlah untuk setia pada sesuatu yang ada di depan mata kita, dan tetap fokus mengerjakannya dengan baik. Gunakanlah waktu guna bekerja lebih fokus untuk tidak hanya mencapai target yang diberikan, tetapi melampaui target.
Berikut beberapa cara agar kita fokus pada pekerjaan.

A. Miliki Kesabaran.

Kesabaran akan mencairkan dan melunakkan kemarahan. Kesabaran mampu mengubah kekecewaan di lingkungan kerja.
Apapun masalah dan tantangannya, kita akan mampu mengendalikan diri dengan kesabaran. Akhirnya, kita dapat lebih fokus pada tugas yang menumpuk.
Persaingan dan beratnya beban kerja akan kita hadapi dengan senyuman, bukan sikap masam. Fokus kita yang tinggi pada tugas, itulah yang membuat nyaman kita bekerja.
Jadi, latihlah diri kita untuk bersikap sabar menghadapi apa pun yang terjadi, agar kita selalu fokus pada tugas dan pekerjaan.

Terlebih, apabila kita menggunakan kesabaran guna mendapatkan Usaha tambahan, maka akan sangat membantu kita agar tetap semangat. Kesabaran tidak hanya berlaku dalam dunia bisnis, melainkan juga harus diterapkan pada kehidupan sehari-sehari.

B. Pintar Beradaptasi.

Lingkungan kerja kita juga perlu dicermati dan diakrabi. Jangan sekali-sekali terasing di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Dengan kata lain, pintar-pintarlah beradaptasi dengan lingkungan. Kemampuan beradaptasi akan membantu untuk fokus dalam bekerja.
Dari sinilah, kita akan mudah fokus dalam kerja, tidak merasa canggung, kikuk, atau apapun namanya, yang membuat buyar ketika kita mengerjakan tugas-tugas.

C. Akrabi dan Olah Emosi.

Inilah nasehat yang sering terulang dan didengar. Sebab, berawal dari emosilah, langkah kita ditentukan ke arah yang membangun diri atau ke arah yang merusak.
Emosi merupakan keadaan dan reaksi kejiwaan kita, seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, atau kecintaan kita terhadap sesuatu. Kita hanya dituntut mengakrabi emosi kita, dan mengolahnya agar tidak merusak diri.

D. Hindari Curiga.

Jangan pula “Terpenjara” dalam suasana kecurigaan, baik curiga terhadap rekan kerja maupun terhadap pekerjaan kita. Anggaplah semua yang kita alami dan lakukan membawa manfaat bagi perkembangan diri dan kemampuan kita.
Jadikan rekan kerja, mitra, dan pekerjaan kita sebagai berkat yang menguatkan. Jangan sekali-kali berprasangka buruk bahwa rekan kerja atau mitra kita akan menjatuhkan karier kita. Jangan pula meremehkan mereka karena kita berprasangka mereka tidak mampu bekerja dengan baik.

E. Luwes.

Diri kita pribadi bukan robot yang kaku. Kita berinteraksi dengan orang lain, rekan kerja, maupun dengan mitra kerja perlu senyuman, teguran, dan keramahan.

Di saat tertentu, kita juga membutuhkan banyak energi untuk meluapkan “kemarahan yang positif”. Dari gambaran tersebut, kita dituntut untuk bersikap luwes.

Keluwesan akan menjauhkan kita dari kekakuan bergaul, kekakuan menyelesaikan pekerjaan, dan kekakuan dalam memecahkan masalah kerja. Keluwesan juga berperan penting agar kita mampu untuk mengembangkan suatu bisnis.

Disinilah, kita akan mudah mengolah konsentrasi. Kita tidak memilki konflik dengan rekan kerja, mitra, atau dengan pekerjaan. Tidak adanya beban konflik tentu membuat kita ringan dalam bekerja dan mudah berfokus dalam menyelami seluk beluk tugas. Kita pun tidak akan kaku dalam berpikir, dan bertindak.

F. Miliki Hasrat yang kuat.

Jangan mudah lemah hati, pikiran, dan ide. Jangan pula mudah cepat menyerah, frustrasi, dan stres. Kuatkan hati dan pikiran kita ketika berkarier.

Tuntaskan tugas-tugas kita dengan ketahanan dan keteguhan hati. Biarkan tantangan dan persaingan menjadi pemicu daya tahan dan gempur kita dalam bekerja.

Dengan demikian, kita menjadi pribadi yang memiliki hasrat kuat untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Hasrat yang kuat inilah yang akan menolong kita tetap fokus di dalam pekerjaan.

Apa pun gangguan yang datang, tidak akan mampu menggoyangkan pikiran dan konsentrasi kita. Kita dengan cekatan akan menuntaskannya.
Fokus, fokus, dan terus fokus. Itulah yang akan kita lakukan dengan memiliki hasrat yang kuat.

G. Miliki sahabat terbaik.

Di dalam kerja, kita tidak mungkin menjadi pemain tunggal. Kita tidak mungkin bekerja sendiri dan untuk diri sendiri. Sekecil apapun, kita tentu bersinggungan dengan rekan kerja maupun klien kita.

Di sela-sela persinggungan itu, tidak menutup kemungkinan kita mengalami maslah yang bisa jadi, tidak bisa dipecahkan seorang diri. Untuk itulah, kita perlu memiliki sahabat terbaik untuk memecahkan masalah.

Sahabat terbaik, dapat kita cari di lingkungan kerja, misalnya rekan kerja, atau klien, dan lingkungan keluarga, buku-buku, atau panduan kerja lainnya juga dapat menjadi sahabat terbaik kita.

Pendeknya, di manapun kita dapat mencari sahabat terbaik untuk curhat, berbagi keluh kesah tentang dunia kerja. Dengan demikian, kita tidak akan terbebani untuk memecahkan masalah yang sangat sulit seorang diri.

Kita pun dapat fokus dalam pekerjaan, karena hati dan pikiran kita tidak tertekan untuk menyelesaikan persoalan sendiri. Kita dapat senantiasa berfokus pada tugas-tugas karena sahabat terbaik kita selalu menemani dalam bekerja.

3. Cintai Pekerjaan.

Cinta merupakan perasaan yang penting dalam kehidupan manusia. Cinta adalah faktor utama dalam membentuk keluarga, dan mengikat individu untuk saling membantu.
Secara singkat, cinta adalah faktor penting dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis di antara manusia. Cinta mengikat seseorang dengan kekasihnya, keluarga, masyarakat, dan tanah airnya. Cinta pula yang mendorong manusia untuk mengorbankan harta, dan jiwanya untuk membela kekasih, keluarga, masyarakat, dan tanah air.
Cinta adalah energi dahsyat yang mampu menggerakkan sesuatu dari yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta membuat sesorang yang dahulunya pelit menjadi dermawan, orang yang sebelumnya sangat lemah menjadi kuat, dan cinta membuat sesorang bersabar dalam sebuah penantian.

Begitu juga dengan dunia bisnis. Pebisnis harus mencintai bisnis yang dijalaninya jika tidak ingin bisnisnya gulung tikar, dan jika ingin memperoleh keuntungan yang sangat besar dari bisnisnya.
Oleh karena itu, mencintai pekerjaan wajib hukumnya bagi pengusaha. Sebab, sesorang yang bekerja dengan rasa cinta, tentu akan mendapatkan hasil yang optimal. Intinya, seorang pebisnis harus bisa mencintai pekerjaan, atau usahanya.

4. Disiplin dalam bekerja.

Disiplin dapat menjaga konsisten tindakan. Disiplin dijadikan sebagai patokan penilaian pribadi yang berdampak luas. Sesorang dengan sikap disiplin mempunyai nilai lebih dimata orang lain karena dapat meningkatkan kredibilitas.
Disiplin merupakan salah satu pembuktian kualitas diri karena tidak semua orang bisa menjadi pribadi yang disiplin.
Namun, untuk membangun sikap disiplin dalam diri tidak mudah. Bagaimana kita memulainya, ? Berikut beberapa langkah mudah menuju disiplin diri.
Silahkan Baca ;
Cara Agar Bisa Disiplin.

Sedemikian yang dapat kami sampaikan, dan semoga bermanfaat.
Waalaikumsalamwarohmatullohiwabarokatuh.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *