Manfaat sifat jujur dalam bisnis atau usaha

Luar Biasanya
Sebuah
Kejuaraan

Assalamualaikum..
Berbicara Tentang Manfaat Kejujuran dalam berbisnis atau usaha, ternyata sangat berpengaruh penting akan kemajuan usaha kita. Jadi, apabila kita dalam kehidupan di masyarakat, sekolah, keluarga, bisnis, dan dimanapun berada selalu bermain kejujuran, maka dalam tidak sadar kita akan ditolong oleh sifat jujur tersebut.

Bagaimana bisa sifat jujur mampu menolong kita ?
Singkatnya seperti ini, ketika kita sudah dipercayai oleh teman, bos, masyarakat, kita akan terasa mudah minta pertolongan sama mereka, semisal kita sedang membutuhkan uang.

Mereka yang kita mintai tolong, dan langsung memberikan pertolongan, itu tidak lepas dari kepercayaan mereka terhadap kita. Itulah sedikit contoh bahwa kejujuran juga bisa menolong kita dikelak hari.

Berhubungan disini membahas mengenai bisnis, maka kami akan membahas sedikit tentang kejujuran yang harus dimiliki para pengusaha, wirausaha, dan kemanfaatan sifat jujur bagi pengusaha.

Berani Bersikap Jujur.

Manfaat-sifat-jujur-dalam-bisnis
By pixabay
Salah satu modal dalam menjalani usaha adalah kejujuran. Beberapa pengusaha sukses selalu mengedepankan kejujuran dalam semua proses berdagang.
Kejujuran merupakan sudah menjadi bagian dari kewajiban dalam setiap menjalani proses transaksi perdagangan. Kejujuran lebih dikedepankan dibandingkan meraup keuntungan yang banyak tapi dengan cara yang tidak jujur.
Kejujuran menjadi pondasi utama dalam membangun kerajaan bisnis, yang besar, yang banyak menghasilkan keuntungan.
Tentang kejujuran, kita perlu belajar sang pedagang ulung kita, yakni Nabi Muhammad.

Ketika beliau melakukan proses perdagangan ke berbagai wilayah, seperti syria, Yerusalem, dan beberapa wilayah lainnya, beliau selalu mengedepankan kejujuran.
Beliau bersikap adil dan jujur terhadap semua pelanggan dan mitra bisnis. Beliau tidak pernah menyembunyikan sesuatu yang ada dibalik barang-barang yang ingin di jual.
Beliau berkata apa adanya tanpa menambahi dan mengurangi ketika melakukan proses perdagangan. Tidak heran pada saat itu, beliau memperoleh keuntungan diluar dugaan.
Bagi Nabi Muhammad, antara perdagangan yang khalal dan kharam sudah sangat jelas. Semua itu tidak boleh ditutup-tutupi demi mengambil keuntungan.
Kejujuran bagi beliau, adalah harga mati. Seseorang yang jujur dalam mendengarkan hati nurani juga mampu bersikap jujur kepada orang lain.
Itulah kunci dari perdagangan beliau, yakni kejujuran.
Dengan bekal kejujuran, banyak pelanggan yang mencintai nabi Muhammad, sebagaimana beliau juga mencintainya pelanggannya. Dengan kejujuran, beliau tidak pernah membuat para pelanggannya merasa dirugikan atau bahkan mengeluh dikemudian hari karena produknya cacat.
Beliau juga sangat konsisten dalam menjaga janjinya, dan mengantarkan barang pesanan pelanggan.
Dalam berbisnis, Nabi Muhammad tidak pernah mengambil margin keuntungan yang sangat tinggi seperti yang biasa dilakukan oleh para pebisnis lainnya pada masa itu.

Beliau hanya mengambil margin keuntungan yang secukupnya, asal tidak rugi. Ternyata, kiat mengambil margin keuntungan yang dilakukan beliau sangat efektif.
Semua barang yang dijualnya selalu laku keras. Orang-orang lebih suka membeli barang-barang Nabi Muhammad daripada pedagang lain karena mendapatkan harga yang lebih murah, dan berkualitas.

Dalam hal ini, beliau melakukan prinsip persaingan yang sehat, dan kompetitif, yang mendorong bisnis semakin efisien, dan efektif.

Dengan kejujuran pula, proses berdagang akan lancar. bagi para konsumen, ia akan menjadi pelanggan yang tetap, atau bahkan kalau bisa, mengajak orang lain.

Begitu juga bagi rekan bisnis, ia senan tiasa meningkatkan dan mengeratkan kemitraan menjadi lebih besar.

Begitu juga sebaliknya, proses berdagang yang tak mengindahkan nilai-nilai jujur, meski dapat untung banyak, tapi pelan-pelan akan mengalami kebangkrutan.

Keuntungan yang didapatkan dari ketidakjujuran tidak akan akan bertahan lama. Untuk itulah, nabi Muhammad kerap sekali menasehati sahabat-sahabatnya untuk melakukan perdagangan dengan mengedepankan kejujuran.

Akan tetapi, kejujuran untuk saat ini bukan hal yang mudah. Sebab, dalam situasi dan kondisi, uang seolah menjadi tuhan bagi mereka yang terlalu membabi buta dalam urusan harta.

Ketika berhadapan dengan uang, banyak orang yang lupa diri. Kejujuran awalnya dijunjung tinggi. Namun, banyak yang goyah dan larut dalam praktik kecurangan ketika berhadapan dengan tumpukan uang.

Hal ini banyak dilakukan oleh para pengusaha yang mempunyai cara berpikir instan. Mereka ingin cepat kaya raya, tapi dengan cara yang cepat, dan mudah.

Proses yang seharusnya ditempuh dengan serius dengan beragam warna, pahit, dan manis, dalam kehidupan ini tidak dilalui dengan baik.

Sesorang yang tidak jujur dalam membangun usaha biasa akan cepat kaya, tetapi juga cepat bangkrut.

Seperti buah karbitan, yang cepat matang, dan juga cepat busuk. Sudah banyak pengusaha yang berangkat dari ketidakjujuran. Misalnya, menimbun barang sehingga pasar mengalami kelangkaan, merusak produksi orang lain, serta beberapa praktik usaha lainya.
Cara-cara kerja semacam itu memang akan membawa keuntungan yang banyak, tetapi itu tidak akan bertahan lama. Dengan demikian, jika kita ingin menjadi pengusaha sukses yang tidak hanya sesaat, tetapi terus berkembang dinamis menuju keunggulan, maka peliharalah sikap jujur.
Kita harus jujur dengan karyawan, sesama teman pengusaha, dan seluruh orang yang kita kenal. Dengan berkata jujur, dan berprilaku jujur, kita akan mudah berinteraksi dengan siapa saja, dan mereka juga mudah percaya terhadap kita.

Kejujuran, baru salah satu sikap yang harus dimiliki para pengusaha. Masih banyak lagi sifat yang harus dipunyai pebisnis, dan silahkan dibaca untuk lebih jelasnya.

Pengusaha-pengusaha sukses, tidak mungkin orang pembohong, karena telah terbukti orang yang usaha nya sukses selalu, adalah orang yang dapat dipercaya.

Apabila kita terbiasa melakukan bohong, hilangkanlah segera, karena itu sikap yang bisa kita rubah.

Begitupun juga perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis, pastinya karena ada usaha untuk merubahnya. Banyak pengusaha yang merubah suatu kegagalan dijadikan sebagai sumber kesuksesan mereka.
Kalau mereka bisa merubah hal sedemikian rupa, kenapa kita Nggak Bisa ?.
Hehehe…

Semangat, dan yang terpenting adalah selalu menjaga ibadah kita.
Seperti biasanya, bacaan bersumber dari buku;
Jangan Jadi Pengusaha, Kalau Nggak Punya Nyali.
Karya ; Mas Dika Andrianto.

Waalaikumsalamwarohmatullohiwabarokatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *