Cara Berdagang yang Baik dan Menguntungkan Menurut Islam

Kalau mengulas cara berdagang yang baik, dan menguntungkan menurut islam, seharusnya kita menengok tata cara Nabi Muhammad Saw, saat berdagang. Sebab, jika kita mengetahui, dan mengikuti tata cara beliau sangatlah menguntungkan, berkah, dan berkembang. Insya Allah.

Berdagang yang baik.

Olehnya, akan kami uraikan beberapa tips dagang seperti yang dilakukan Rasulullah. Oke… ! Tanpa basa-basi, di bawah ada beberapa faktor yang harus dilakukan ketika memutuskan untuk mengelola usaha, dan diantaranya adalah

Merubah niat menjadi lebih baik.

Niat berperan besar dalam kehidupan kita. Ketika niatan buruk, maka yang didapati tidak lain adalah keburukan. Lalu, apakah niat anda ingin menjadi pedagang, ?

Apakah ingin mendapatkan banyak uang, ? Kiranya, niat seperti itu kurang tepat, karena banyak orang yang bekerja justru hidup tidak terkontrol, melalaikan kewajiban, dan yang parahnya lagi menjauh dari Allah Subhanahu Wataala.

Itulah sebabnya kita harus perbaiki niat ketika mulai mendirikan usaha. Kemudian, niat yang baik itu seperti apa, ? Niat yang baik ketika membuka usaha, adalah Niat karena Allah Swt. Karena, niat sedemikian bisa mengarahkan kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan

Tetap mengedepankan kejujuran.

Kejujuran adalah faktor penting yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, kiranya sulit diterima jika ada pedagang sukses, namun seringkali berbohong kepada konsumen.

Kalau toh ada orang banyak uang hasil kebohongan, tapi itu hanya sementara. Untuk waktu kedepannya pasti bangkrut, dan lain sebagainya. Yang saya tanyakan, anda memilih untung sementara, apa untung jangka panjang ?

Jika anda lebih memilih untung sementara, silahkan berbohong. Jadi, semisal ada konsumen menanyakan sesuatu yang akan dibeli, silahkan menjawab yang sekiranya mereka membeli.

Terserah anda mau jawab model seperti apa, yang penting pada waktu itu produk yang anda miliki terjual. Tapi ingat.. ! Jika sampai mereka kecewa setelah membeli, anda jangan berharap mereka menjadi pelanggan tetap.

Beda lagi ceritanya jika anda memilih untung jangka panjang, maka tidak ada cara lain, terkecuali kejujuran. Maka dari itu, seumpama ada konsumen mau membeli produk, namun produk tersebut sudah tidak layak pakai, atau konsumsi, lebih baiknya kasih tahu mereka apa adanya.

Biarkan saja pada waktu itu mereka tidak jadi membeli. Namun, keuntungan yang akan anda rasakan pada waktu mendatang adalah besar kemungkinan mereka menjadi konsumen tetap, alias pelanggan setia.

Kita harus tetap semangat, dan pantang menyerah.

Bagaimana akan sukses, kalau kita sendiri mudah menyerah dengan keadaan ? Tentunya, apapun keadaan harus tetap dihadapi agar usaha dagang kita istiqomah, dan berkembang.

Begitupun juga dengan para pedagang sukses lainnya. Tidak mungkin perjalanan atau proses dagang mereka selalu mulus, dan lancar. Pasti ada sesuatu datang yang tidak diinginkan kehadirannya, seperti sepi konsumen, banyak pesaing, dan masih banyak lagi.

Jangan sampai terjadi.

Namun, rasa semangat dan pantang menyerah membuat mereka tetap bertahan, dan akhirnya menikmati sukses dagangannya. Dengan itu, kiranya patut kita contoh pebisnis yang semangat, dan tidak mudah menyerah dengan keadaan.

Kita harus tetap mengutamakan ibadah atau kewajiban.

Ini perlu saya sampaikan, karena tidak sedikit orang yang bekerja, namun seringkali meninggalkan kewajiban ibadah. Sebenarnya, apa tujuan utama mereka bekerja, sehingga rela mengorbankan ibadah ?

Jika tujuan utama mereka berdagang atau kerja lainnya hanya ingin mendapatkan uang, maka saya tidak heran apabila mereka seringkali melalaikan kewajiban, seperti sholat, puasa, dan lain sebagainya. Namun, apakah mereka tidak sadar bahwa hidup di dunia hanya sementara, ?

Ingat…. ! Hidup di dunia tidaklah selamanya. Dan, setelah meninggalkan dunia, kita dimintai pertanggungjawaban atas sesuatu yang telah dilakukan. Maaf, tidak bermaksud saya menceramahi anda, melainkan untuk saling mengingatkan, agar kita menjadi pedagang atau pebisnis yang baik. Aamiin Ya Allah.

Menjual barang yang berkualitas (masih layak pakai atau konsumsi.

Pernahkah anda menjumpai pedagang yang menjual makanan, namun sangat mengecewakan, karena ternyata makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi, ?

Jika pernah, maka jangan melakukan hal yang sama, karena berakibat fatal kepada diri anda sendiri. Kenapa, karena yang namanya konsumen kecewa bisa mengakibatkan mereka kabur, dan sungkan menjadi pelanggan setia.

Sebenarnya tidak sedikit perkara yang menyebabkan konsumen kecewa. Namun, yang seringkali terjadi adalah kekecewaan dikarenakan kualitas produk. Jika produk yang kita jual mempunyai kualitas jelek, tidak menutup kemungkinan banyak orang kecewa.

Bagaimana nasib usaha kita, kalau banyak orang yang kecewa, dan pergi ? Tentunya, perihal itu sangat menyedihkan, karena faktor terbesar akan suksesnya usaha adalah konsumen. Jika konsumen banyak, maka banyak pula keuntungan, dan begitupun sebaliknya.

Meraup laba, atau keuntungan yang tidak terlalu besar.

Kenapa, ? Karena, yang namanya untung besar belum tentu menguntungkan dalam waktu panjang. Bahkan, bisa saja kita bangkrut kalau mematok harga tidak wajar.

Bagaimana tidak, ? Sedangkan di sana banyak pedagang yang memberikan harga terjangkau. Maka dari itu, jangan heran kalau lama kelamaan jumlah konsumen semakin sedikit, karena harga produknya kita tidak bersahabat dengan dompet mereka.

Seperti yang telah saya katakan di atas, bahwa faktor terbesar akan suksesnya sebuah usaha adalah banyaknya konsumen. Dalam artian, harga mahal belum tentu menguntungkan, bahkan bisa merugikan karena menyebabkan kehilangan banyak pelanggan.

Olehnya, mulai sekarang kita harus mempunyai prinsip agar memiliki banyak konsumen. Tidak apalah mendapat untung standar, dan yang penting banyak yang melakukan pembelian.

Kita harus bisa bersikap ramah terhadap konsumen.

Konsumen tidak hanya membutuhkan barang yang mereka beli, tidak hanya butuh harga terjangkau, dan tidak hanya mengharapkan kualitas produk yang baik. Melainkan, mereka juga membutuhkan kualitas pelayanan.

Adapun salah satu cara memperbaiki kualitas pelayanan adalah dengan bersikap ramah kepada mereka. Jujur, saya pernah menjumpai pedagang yang sangat cuek, dan tidak menganggap saya sebagai konsumen. Akhirnya, saya jengkel, dan sungkan datang lagi ke sana.

Oleh sebab itu, kiranya pengalaman secuil saya tersebut bisa dijadikan sebagai pengetahuan yang harus dipertimbangkan. Seharusnya, kita harus pandai menyikapi para konsumen dengan baik, dan ramah, agar mereka pun menjadi konsumen yang setia. Insya Allah.

Memberikan gaji karyawan tepat pada waktunya.

Bukan perkara yang mustahil jika kita menjadi pengusaha dagang yang memiliki karyawan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah masalah gaji mereka.

Seharusnya, kita memberikan gaji mereka tepat pada waktunya, karena mereka juga butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Coba bayangkan sejenak jika posisi anda sebagai karyawan, yang pas kebetulan bosnya seringkali mengulur-ngulur waktunya untuk memeberikan gaji. Saya yakin, pastinya anda kesal, dan jengkel. Oleh sebab itu, berikanlah hak mereka tepat pada waktunya.

Tidak berbicara secara berlebihan.

Berbicara yang sewajarnya saja, dan nggak perlu muluk-muluk agar konsumen tertarik. Bukan hanya itu, kita juga jangan sembarangan mengucapkan janji yang berlebihan.

Maksudnya, kita tidak boleh menjanjikan sesuatu kepada konsumen, karena khawatirnya jika kita tidak bisa menepati janji tersebut. Secara otomatis, mereka akan kecewa dengan ucapan janji yang kita ucapkan, karena pada dasarnya tidak terbukti.

Tidak ada niatan hanya mendapat keuntungan pribadi.

Walaupun tujuan kita berdagang adalah untuk mendapat keuntungan, tapi jangan egois sehingga tidak memperdulikan kepuasan konsumen.

Yang lebih ironis, tidak sedikit pedagang menjual sesuatu yang sudah rusak, tapi ngomongnya tidak ada kerusakan secuilpun. Kasus ini biasanya terjadi pada jual beli smartphone melalui facebook.

Banyak diantara mereka mengatakan bahwa barangnya masih mulus, dan belum pernah terjadi kerusakan. Namun setelah pembeli mendapatkan barang tersebut, tidak lama kemudian menyesal karena merasa tertipu.

Ingat.. ! Jangan ada niatan untuk menipu.

Ketika kita dagang hanya untuk mendapatkan untung, tidak menutup kemungkinan akan menipu, seperti kasus di atas.

Asal anda tahu… ! Menipu tidak hanya merugikan orang lain, melainkan juga merugikan kepada orang yang menipu. Kenapa, ? Karena, seseorang yang pernah nipu, kiranya sulit dipercayai lagi oleh orang lain. Bahkan, Bapak Polisi sangat mudah mendeteksi orang-orang yang menipu, dan kemudian memenjarakan mereka.

Itulah sebabnya saya katakan bahwa menipu tidak hanya merugikan orang lain, melainkan juga sangat merugikan kepada pelaku penipuan. Pembahasan ini kiranya cukup, dan nggak perlu dijelaskan panjang lebar.

Jangan sesekali menjual barang yang kharam.

Pedagang yang baik tidak mungkin menjual barang yang dikharamkan. Pernahkah anda pernah mendengar istilah “banyak jalan menuju roma” ? Mungkin anda pernah mendengarnya.

Istilah itupun bisa diterapkan pada sesuatu yang kharam. Jadi, “banyak jalan menuju sesuatu yang kharam, ” dan diantaranya adalah mencuri, membeli perkara kharam, dan menjualnya. Kesimpulannya, jangan sesekali membeli ataupun menjual perkara kharam.

Jangan pernah menimbun barang.

Ini saya sampaikan karena beliau Nabi Muhammad Saw. tidak pernah melakukan perkara yang merugikan orang lain, seperti menimbun barang, mencuri, menipu, dan banyak lagi.

Kenapa menimbun barang tidak diperbolehkan, ? Karena jelas bahwa perbuatan seperti itu merugikan banyak masyarakat. Sudah disinggung di atas kalau ingin menjadi pebisnis yang baik tidaklah boleh merugikan orang lain.

Sekarang saya contohkan salah satu perbuatan yang bisa disebut sebagai penimbunan. Semisal anda memborong bahan bakar seperti Bensin. Tapi, tidak ada niatan untuk digunakan, atau dijual sekarang.

Anda menyimpan Bensin tersebut beberapa bulan sampai banyak orang yang membutuhkan bensin, baru kemudian anda menjualnya kepada mereka dengan harga selangit.

Mereka tetap berani membayar bensin anda walaupun harga diatas normal, karena pada dasarnya stok bensin dipasaran sangat terbatas, dan sulit didapatkan.

Alhasil, anda mendapat untung berlipat-lipat, tapi sangat merugikan banyak orang. Itulah sebabnya kita tidak boleh menimbun barang hanya karena ingin memanfaatkan keadaan.

-0.789275113.921327
Indonesia
Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Contoh atau Kriteria Website yang Baik Untuk Bisnis Menurut Ahli

Kami akan memberikan contoh atau kriteria blog / website yang baik menurut ahli agar Anda dapat mengelola website sampai menghasilkan…

2 bulan ago

Manfaat Website Untuk Bisnis dan Sebagai Media Promosi

Alhamdulillah, kini waktunya membahas manfaat website untuk bisnis dan sebagai media promosi produk atau usaha yang kita miliki. Dan, kami tanpa…

2 bulan ago

Cara Mencari Pelanggan Baru Dalam Berdagang lewat internet

Berbicara tentang cara mencari pelanggan baru dalam berdagang dan lainnya lewat internet pastinya membutuhkan teori, agar kita tidak sampai salah…

3 bulan ago

Cara Menarik / Mempertahankan Pelanggan Lama Agar Tetap Setia

Tidaklah mungkin sebuah usaha akan berjalan lancar, dan baik tanpa adanya konsumen, atau pelanggan. Bahkan, yang namanya usaha akan sukses,…

3 bulan ago

Alasan dan Manfaat Memilih Lokasi / Tempat Usaha yang Strategis

Pebisnis, adalah orang cerdas, dan bijaksana, agar usahanya mampu berkembang sesuai dengan harapan. Tidak lepas dengan itu, maka kita pun…

3 bulan ago

Cara Menjalankan Nuamoorea, dan Sukses di Bisnis Amoorea

Artikel ini sebagai studi buat Anda yang ingin menjadi pebisnis. Tidak sebatas informasi peluang usaha, yang bisa dijalankan kapanpun, dan…

3 bulan ago