3 Cara Rahasia menjadi Pengusaha wirausaha Sukses

Rahasia-menjadi-wirausaha-sukses.

Assalamualaikum.
Mas Dika Andrianto : Rahasia pengusaha Sukses.
Dalam kesempatan kali ini, kami akan menuliskan rahasia menjadi pengusaha sukses yang bersumber dari buku ; Jangan Jadi Pengusaha, Kalau Nggak Punya Nyali.

Dalam buku yang telah kami baca, ternyata ada 11 rahasianya, namun hanya 3 yang akan kami tuliskan di antaranya adalah ;

  1. Perbanyak Relasi.
  2. Terus Melakukan Riset.
  3. Beri Pelayanan yang terbaik.

Namun, sebelum anda membacanya, kami akan memberi pesan terlebih dahulu, “Bacalah dengan Santai, Karena anda sedang membaca buku, yang tidak hanya tips tips, melainkan juga ada alur ceritanya.”

Apabila anda tidak berusaha menikmati, dan menghayati bacaan dibawah, maka anda akan merasa bosan, dan langsung keluar dari blog ini.
Namun, apabila anda ingin mendapatkan kemanfaatan dari bacaan ini, silahkan santai, dan ambillah kemanfaatannya. Apakah siap ?..
Okey, langsung dimulai.

Di dunia, banyak orang yang ingin menjadi pengusaha sukses. Banyaknya sosok pengusaha sukses menjadi salah satu faktor yang mendorong orang-orang untuk mengikuti jejak mereka.

Bahkan, berdasarkan survey tentang orang-orang yang mempunyai penghasilan terbanyak, 9 dari 10 orang dengan penghasilan terbanyak adalah pengusaha.

Apalagi kemajuan teknologi saat ini semakin memajukan bidang perdagangan dan industri indonesia.

Bagi sesorang yang ingin terjun di dunia wirausaha,

Pasti ingin usaha atau bisnis yang dijalaninya memperoleh pendapatan yang besar. Segala usaha pun dilakukan dengan berbagai resiko.
Jatuh bangun dialami dalam setiap usaha yang dijalankan. Sebagian dari mereka mampu berdiri tegak ditengah persaingan dengan membawa kesuksesan. Sebagian di antaranya juga gulung tikar, menyerah, karena tidak lagi mampu bersaing.
Lalu, apa saja hal-hal yang wajib dimiliki seorang pebisnis ?.
Pada bagian ini, akan diterangkan rahasia untuk menjadi pengusaha sukses.

1. Perbanyak Relasi. (Untuk lebih lengkapnya tentang pembahasan ini, silahkan klik “Memperbanyak relasi”.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan sesama. Tidak ada seorang pun yang dapat hidup sendiri.
Kata “Saling”, itu menunjukkan hubungan antara dua orang atau lebih.
Coba renungkan, apakah setiap orang mampu membuat pakaian, kursi, meja tulis, maupun lainnya tanpa bantuan orang lain ?.
Jawabannya, tentu tidak bisa. Kenapa, ? Silahkan baca selengkapnya, kalau ingin tahu lebih detilnya.

2. Teus melakukan Riset Pemasaran. (Bisa di klik untuk lebih Jelasnya.)

Bisnis yang baik adalah bisnis yang bisa bertahan lama. Tentu saja, hal itu harus di iring dengan kenaikan profit yang bagus. Bisnis yang mampu berumur panjang, rata rata dimulai setelah melakukan riset pangsa pasar.
Riset pasar merupakan bagian yang sangat vital dari kegiatan perusahaan, bahkan sebelum perusahaan berdiri. Saat merintis sebuah usaha baru, seharusnya kita telah melakukan riset pasar agar mengetahui secara pasti mengenai ada atau tidaknya kebutuhan terhadap layanan atau produk yang akan kita sediakan.
Silahkan baca selengkapnya, dan di sana lebih lengkap dengan tips tips melakukan riset.

3. Berikanlah Pelayanan yang terbaik.

Para pebisnis atau pengusaha wajib memberikan kepuasan pada pelanggan. Setiap pelanggan adalah aset terbesar perusahaan dalam mewujudkan visi perusahaan, serta menentukan masa depan suatu bisnis.
Jika pebisnis kehilangan pelanggan atau costumer-nya, maka ia hanya menunggu waktu bisnisnya ditutup. 
Jangan abaikan istilah “Pembeli adalah Raja”.
Istilah ini memberi masukan kepada para pelaku usaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen.
Kesuksesan dalam segala bisnis adalah menyediakan produk yang baik dan memberikan pelayanan yang baik pula bagi pelanggan.
Beberapa keputusan yang harus diambil mungkin tidak akan menguntungkan kita saat itu. Kenyataannya, beberapa keputusan mungkin merugikan kita pada jangka pendek, tetapi kita menciptakan potensi untuk menghasilkan profit jangka panjang yang hebat.
Intinya, tanpa pelanggan, pada akhirnya tidak ada perusahaan. Harus ada konsumen akhir untuk produk tersebut. Jika tidak, perusahaan tidak akan bertahan dalam bisnis.
Jika kita tidak mengembangkan loyalitas pelanggan untuk bisnis berikutnya dimasa datang, kita tidak akan lama berada di dalam bisnis ini.
Loyalitas pelanggan berawal dari terbangunnya hubungan dengan pelanggan kita.
Demi tujuan untuk tetap berada dalam bisnis, kita harus memuaskan kebutuhan pelanggan, yang melibatkan lebih dari sekedar menyediakan sebuah produk. Ketika sesorang tidak ingin lagi membayar yang kita sediakan, kita tidak berbisnis lagi. Menjadi seorang ahli pun tidak akan mengubah itu, bahkan tidak sekecil apa pun.
Kita harus menjadi ahli dengan menyediakan keuntungan bagi pelanggan dan membangun hubungan melalui pelayanan yang hebat.
Oleh karena itu, setiap hari, perusahaan harus memberikan nilai-nilai perjuangan melalui motivasi yang penuh makna kepada karyawan, dan pimpinan agar mereka selalu melakukan pelayanan dengan sangat baik untuk menciptakan hal-hal yang memuaskan kebutuhan pelanggan sepenuhnya.
Pelayanan terbaik berarti setiap karyawan, setiap hari, harus benar-benar ikhlas hatinya untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas, dan produktivitas dalam memberikan pelayanan yang terbaik.
Termasuk, cerdas secara emosional untuk menjaga rutinitas kontribusinya terhadap pelayanan berkualitas. Dan, juga harus cerdas memberikan harapan dan kebutuhan pelanggan melalui jiwa besar dan sikap baik yang dapat memberikan rasa senang dan puas kepada pelanggan.
Pelayanan adalah usaha untuk menyiapkan (Mengurus) sesuatu yang diperlukan oleh orang lain. Setiap konsumen atau pelanggan pada dasarnya membutuhkan barang dan jasa, baik yang bersifat primer ataupun tersier.
Mereka juga mencari barang yang berkualitas tinggi, dan terjangkau daya belinya. Pelayanan berkualitas memang menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam memenangkan persaingan dalam dunia khususnya dan dunia kerja pada umumnya.
Aspek pelayanan tidak hanya terbatas pada industri-industri jasa, seperti perhotelan, pendidikan, rumah sakit, pariwisata dan sebagainya. Pelayanan sudah tidak bisa dipisahkan dari produk barang yang diproduksi, dan diperjualbelikan.

Para pembeli tidak hanya menuntut barang yang berkualitas baik atau bermutu, melainkan juga menuntut pelayanan yang bermutu, yang menyertai proses negosiasi dan penyampaian produk itu kepada mereka, termasuk pelayanan pasca pembelian, seperti penanganan komplain atau keluhan yang dialami kemudian.

 Penentu utama tinggi atau rendahnya kualitas pelayanan adalah pengguna jasa layanan. Sementara itu, pelayanan disebut berkualitas jika semakin sesuai dengan keinginan, dan harapan penggunanya.

Kesuksesan produk-produk jepang, seperti mobil, sepeda motor, handphone, dan kereta cepat menguasai pasar dunia tidak bisa dilepaskan dari pelayanannya kepada para pelanggan. Mereka selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumennya.

Di indonesia, pasar mobil dikuasai oleh merek-merek jepang. Merek merek dari negara lain, seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, maupun jerman tak berdaya menghadapi.
Catatan ( Apabila Ada perubahan, maka bisa disimpulkan jenis pelayanan negara tersebut mengikuti gaya pelayanannya Jepang.)

Bangsa jepang memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumen dengan citra dan fungsi baru dari barang yang dihasilkannya.
Gambaran yang muncul dari produk jepang adalah bermutu, mudah digunakan, dan memiliki fungsi dengan kapasitas yang tinggi.

Untuk memenuhi kepuasan pelanggan, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, pebisnis selalu ditantang untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada pelanggan. Ada beberapa cara untuk memberikan kepuasan pelanggan. Diantaranya adalah ;

A. Dengarkan keluhan pelanggan.
Dalam dunia bisnis, keluhan adalah suatu hal yang biasa terjadi. Keluhan adalah respon negatif dari sesorang. Meskipun demikian, kita harus tetap menanggapinya dengan kepala dingin. Perhatikanlah sesuatu yang menjadi keluhan pelanggan, dan berusahalah dengan baik untuk menanggapinya. Setelah keluhan disampaikan, perlu penanganan yang cepat. Pelayanan yang lamban menyebabkan pelanggan merasa tidak puas.

B. Mengunjungi pelanggan.
Mengunjungi pelanggan merupakan langkah yang penting dalam berbisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, terciptalah hubungan yang baik di antara pelanggan, dan pedagang. Namun, yang menjadi hal yang utama adalah bertatap langsung dengan pelanggan. Bahkan, bagi seorang sales, mendatangi pelanggan adalah kewajiban.

C. Menjaga sikap terhadap para pelanggan.
Sebagai pengelola bisnis yang baik, sudah seharusnya kita mengetahui atau menjaga kinerja bawahan ketika melayani pelanggan. Caranya, dengan menanyakan langsung hal tersebut terhadap pelanggan. Apakah orang yang kita pekerjakan sudah cukup ramah, baik, atau sopan, dan seterusnya.

D Pecahkan masalah kecil dari pelanggan.
Ketika menghadapi pelanggan, kita harus berkepala dingin, bijaksana, dan tentunya sabar, terutama ketika berhadapan pelanggan yang rewel. Berdasarkan penelitian, pelanggan terdiri atas 20% orang yang tidak mudah memaafkan, dan 80% orang yang mudah memaafkan. Oleh karena itu, kita perlu menggunakan pendekatan yang paling tepat untuk menghadapi kemarahan pelanggan sejak awal, sebelum masalah menjadi besar.

E Ketidakpuasan pelanggan adalah guru terbaik. Tidak semua pelanggan mengeluhkan langsung ketidakpuasan mereka terhadap produk, atau pelayanan kita. Oleh karena itu, kita perlu mencari tahu letak ketidakpuasan pelanggan. Salah satunya, bisa dengan cara melakukan riset terhadap pelanggan. Hasil riset tersebut bisa menjadi wacana untuk berdiskusi dan merancang upaya baru untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, setelah mengetahui hasil langkah penting yang harus dilakukan adalah dengan membenahi persoalan pelanggan satu persatu.

F Mengetahui waktunya untuk mengatakan “Tidak” kepada pelanggan.
 Tidak semua pelanggan adalah orang yang jujur. Ada kalanya, kita menemui pelanggan yang tamak atau rakus. Tentu saja, salah apabila kita memenuhi ketamakan pelanggan. Di sini, kebijakan kita sangat berperan penting. Oleh karena itu, apabila menemukan perbedaan antara kebutuhan dan ketamakan pelanggan, maka kita harus mengambil keputusan yang terbaik. Hindarilah penundaan keputusan atau tidak memberikan keputusan sama sekali.

Selain berbicara mengenai cara memberikan kepuasan atau pelayanan yang baik kepada pelanggan, pembahasan tentang pelayanan perlu diperluas lagi, yaitu kita harus saling melayani satu sama lain dengan orang-orang yang ada di sekitarnya (perusahaan).

Itu sebabnya, dalam topik ini akan disinggung sikap seorang pebisnis dengan sepenuh hati. Dengan sikap sudi melayani satu sama lain, diharapkan dapat memperbaiki kualitas diri sendiri, akhirnya sanggup memberikan pelayanan yang baik kepada siapa saja yang butuh pelayanan kita, terutama para pelanggan yang berhubungan dengan perusahaan kita.

Dengan kemauan dan kemampuan memberi pelayanan yang baik, nilai diri kita sama sekali tidak menjadi rendah karena dicap sebagai pelayan. Orang yang sudi dan mampu melayani adalah orang-orang yang memiliki kerendahan hati, salah satu keutamaan atau kebajikan penting yang memperlihatkan keunggulan kualitas pribadi seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *